ILMU BUDAYA DASAR
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
Nama : Syendi Nazera
Tamadanti
Kelas / NPM : 1KA16 /16115775
Dosen : Sukestiningsih
Fakultas Ilmu Komputer
dan Teknologi Informasi
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016
PENGERTIAN
Apa itu pandangan
hidup? Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan
pegangan, pedoman, arahan atau petunjuk hidup manusia di dunia. Pendapat atau
pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman
sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Pandangan hidup itu sendiri bersifat
kodrati, karena itu menentukan masa depan setiap manusia.
Pandangan hidup dapat
diklasifikasikan berdasarkan asalnya yang terbagi menjadi 3 macam, yaitu :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak
kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan
norma yang terdapat pada negara tersebut.
3.
Pandangan hidup hasil renungan yaitu
pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG
BAIK
Pandangan hidup setiap manusia pasti berbeda walau bagaimanapun bentuknya.
Bagaimanapun bentuk suatu pandangan hidup itu tergantung pada diri kita
sendiri. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana untuk
mencapai tujuan dan ada juga yang memperlakukannya sebagai penimbul
kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya. Adapun langkah-langkah untuk
mencapai suatu tujuan dan cita-cita dengan baik, yaitu :
§
Mengenal, merupakan suatu kodrat manusia
yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jalan
ini mengenal apa itu pandangan hidup.
§
Mengerti, tahap kedua untuk berpandangan
hidup yang baik adalah mengerti, yang dimaksudkan disini adalah mengerti
terhadap pandangan hidup itu sendiri.
§
Menghayati, dengan menghayati pandangan
hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran
pandangan hidup itu sendiri.
§
Meyakini, dengan meyakini berarti secara
langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup itu.
§
Mengabdi, sesuatu hal yang penting dalam
menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh
dirinya lebih-lebih oleh orang lain.
§ Mengamankan, langkah yang terakhir ini merupakan langkah terberat dan
benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala
sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup yang berbeda satu
dengan yang lainnya. Setiap melakukan suatu perbuatan dan kegiatan harus
dilakukan sesuai dengan hati nurani diri kita sendiri. Harus percaya diri dan
harus berdoa kepada Allah untuk bisa melakukannya. Satu hal lagi bila kita
ingin menjadi manusia yang sukses kita harus banyak berusaha dan berdoa, tidak
lupa juga kita harus berbakti kepada kedua orangtua kita yang telah melahirkan,
merawat dan membesarkannya.
Cerpen tentang manusia dan pandangan hidup
Manusia dan Pandangan Hidup
Oleh : Addini Daulati Haqque
Senja mulai menjelang, langit yang tadinya cerah kian lama mulai meredup ditambah dengan gradasi oranye di balik awan yang menggelap, menandakan bahwa akan terjadi pergantian waktu dari siang ke malam. Di tepian danau pinggir taman, Aurora, Melody, dan Annabelle sedang menikmati indahnya senja dengan sedikit tiupan angin yang memanjakan mereka dengan kenikmatan tersebut. Semua tenang, melepas penat dan masalah yang mereka alami.
Sampai pada akhirnya, Annabelle memecahkan kesunyian tersebut. Seketika dia bertanya, “hey Aurora, apakah kamu pernah mengalami masalah yang rumit? Yang sampai-sampai kamu sendiri pusing untuk memikirkannya?”. Aurora dengan santainya menjawab “aku lupa, kenapa memangnya Annabelle?”. Dengan wajah tengilnya, Annabelle menjawab “alah… aku lupa, dengan wajah cantik seperti itu, kepribadian baik, kehidupan yang tercukupi, bahkan pintar sepertimu pasti kamu tidak mempunyai masalah yang serius. Kamukan serba hidup enak dan tercukupi.”
Aurora mulai serius memperhatikan Annabelle, ia heran mengapa tiba-tiba Annabelle menanyakan hal tersebut bahkan berpikiran berlebihan terhadap Aurora. Namun Aurora mengerti, pasti Annabelle sedang mengalami masalah sulit, karena begitulah Annabelle, sering melihat orang sebelah mata, mengganggap dirinya paling menyedihkan, bahkan membantah masukan dari orang lain yang berusaha mengubah sudut pandangnya. Aurora hanya tersenyum melihat Annabelle, dan kembali menikmati senja.
Namun kini Melody yang menanggapi, ternyata ia menyimak ocehan Annabelle terhadap Aurora. “Annabelle, kamu ini kenapa? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu? Dan ucapanmu barusan itu bisa membuat Aurora tidak enak hati, dengan kamu bicara seperti itu, kamu seperti iri kepada Aurora.” Ternyata perkataan tersebut memancing emosi Annabelle, “aduh apa sih Melody, akukan bicaranya sama Aurora, lagipula apa yang aku bicarakan benar, Aurora selalu baik-baik saja, buktinya aku tidak pernah mendengarnya mengeluh tentang masalah yang dihadapinya, tidak seperti aku yang setiap hari mempunyai masalah yang silih berganti. Hidupku terlalu rumit, bahkan aku muak dengan hidupku yang seperti ini. Dan kamu Melody, apa hidupmu sudah baik? Tidakkan?”
Emosi Annabelle tersebut membuat Aurora geram, ia merasa bahwa Annabelle harus dinasehati, meskipun hasilnya akan membantu atau tidak, setidaknya Aurora sudah menasehati. “Oke Annabelle, sepertinya ada yang harus diperbaiki dari penilaianmu barusan… pertama, Melody hanya menegurmu agar kamu tidak salah bicara kepada orang lain. Kedua, siapa bilang aku tidak punya masalah, aku punya banyak masalah, sungguh. Tapi aku tidak ingin menghabiskan waktuku untuk mengeluh, lebih baik aku menyelesaikan masalahku dibanding aku mengeluh kepada semua orang agar orang lain dapat mengetahui masalahku. Ketiga, pandangan hidupmu harus diubah, kenapa kamu selalu mengeluh ini itu? Rasanya kamu masih mempunyai banyak hal yang dapat disyukuri setiap hari bukan? Aku mengerti bahwa setiap pandangan hidup setiap orang berbeda-beda, contohnya kamu yang iri dengan kehidupan orang lain sampai-sampai kamu lupa kalau kamu sebenernya sudah hidup nikmat. Percayalah, setiap orang punya masalah, entah kecil atau besar, tapi apa kamu tahu bahwa semua masalah pasti bisa diselesaikan, Allah akan menguji hamba-Nya sesuai kemampuan hamba-Nya. Lalu untuk apa kamu bersusah payah mengeluh, memikirkan masalahmu sampai pusing, toh nanti juga pasti ada jalan keluar. Betulkan Melody?”
Melody yang serius menyimak ucapan Aurora, langsung segera menjawab “betul betul betul… semuanya karena kamu mempersulit hidup kamu Annabelle…” Dan Annabellepun sedikit mengerti dan dapat merubah pandangan hidupnya, “jadi apa selama ini salah? Apa pandangan terhadap kehidupanku ini hanya membuat aku semakin terpuruk. Aku akui kamu memang benar Aurora, aku sadar setiap aku mempunyai masalah, aku akan berubah menjadi orang yang menyebalkan. Sepertinya aku harus berterimakasih kepada kalian berdua, aku mengerti sekarang. Terima kasih Aurora, Melody…”
Melody dan Aurorapun hanya tersenyum membalas Annabelle, mereka senang bisa membantu sahabatnya agar menjalani hidupnya dengan lebih baik.
Hening, dan tiba-tiba Aurora memecahkan keheningan tersebut “eh, ternyata sudah jam setengah tujuh nih.. sebaiknya kita cepat pulang. Tidak terasa sudah jam segini, ini gara-gara ceramahin Annabelle sih… hahaha”
Akhirnya merekapun bergegas pulang kerumah masing-masing, mereka senang bahwa ada hikmah yang dapat dipetik dari kejadian tersebut. Alangkah indahnya apabila setiap manusia mempunyai pandangan hidup yang baik.

test
ReplyDelete